World Public Library

Budaya Hukum dalam Masyarakat Pluralistik : Legal Culture in Pluralistic Society

Dr. Wahyu Prijo Djatmiko

2022

Abstract

Persoalan yang paling mendasar pembangunan hukum di Indonesia terletak pada persoalan budaya hukumnya, baik itu budaya hukum masyarakat maupun aparatur negaranya. Patuh dan tidaknya masyarakat pada hukum, persepsi, penilaian dan pemahaman mereka terhadap norma hukum dan perundang-undangan yang melingkupinya tergantung pada derajat budaya hukum yang dimilikinya. Pluralisme bangsa Indonesia yang telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang terdapat pada Lambang Negara merupakan wujud penghormatan dan rasa bangga bangsa ini terhadap kemajemukan yang dimilikinya. Kemajemukan itu nyata terlihat dengan adanya berbagai kelompok masyarakat lokal dengan segala faset sosial budaya serta corak hukum dan budaya hukumnya. Masing-masing suku memiliki hukum yang dirasa lebih diterima oleh masyarakatnya sebagai sarana untuk memecahkan persoalan hukum mereka. Sebenarnya, amanat Konstitusi telah memberikan tempat peng akuan dipraktikannya berhukum kebiasaan. Oleh karenanya, adanya landasan konstitusional ini semestinya harus dimaknai sebagai semangat dalam rangka mewujudkan negara hukum ala Indonesia yang benar-benar mampu membahagiakan rakyatnya yang majemuk. Keberadaan semacam Lembaga Musyawarah Lokal (LML) atau inheemsche rechtspraak terbukti bisa menjadi alternatif solusi dalam rangka proses pencarian keadilan bagi masyarakat yang masih kuat dengan nilai-nilai tradisional mereka seperti masyarakat Bugis, Madura, Papua, dan sebagainya. Dibutuhkannya lembaga yang mirip dengan peradilan lokal dalam masyarakat sebagai lembaga pe nyelesaian sengketa, merupakan salah satu respon terhadap adanya plu ralisme hukum di Indonesia. Pluralisme hukum harus diakui sebagai sebuah realitas yang ada dalam kehidupan masyarakat kita. Diskursus penyelesaian masalah lewat LML, merefleksikan realitas sosial bahwa dalam sebuah negara terdapat ruang yang khusus untuk masyarakatnya dalam mencari solusi terbaik yang sesuai dengan kulturnya sendiri. Ruang besar memang

Read this work at the World Public Library (library card needed).